Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PROFIL MUNAWAR SPDI

Sabtu, 31 Agustus 2024 | Agustus 31, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-08-31T02:55:52Z


 

Nama              : Munawar SPdI

Tempat/           : Pineung Ribie

Tgl Lahir         : 06 Juni 1966

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Agama            : Islam

Pekerjaan        : WARTAWAN

Alamat                         :

Dusun Mesjid Tgk Di Rheum,

Desa Rheum Barat,

 

Kecamatan Simpang Mamplam

BIREUEN

 

No. Telp/HP                : 08127711687

E-Mail: teungku.munawar@gmail.com

 

RIWAYAT PENDIDIKAN .

NIN   : Samalanga 

MTsN: Matang Glumpang Dua

MAN : Bireuen

STAI : Sabili Bandung

 


 

RIWAYAT KEGATAN PEKEJAAN DAN JABATAN .

Pimpinan Klinik Fajar Terapi : Di Kota Kabupaten Karimun

Kepala TPQ Al AZIZIYAH   : Di Kota Kabupaten Karimun

Pimpinan Rubrik Kesehatan Masyarakat di Koran Karimun Expos : Di Kota Kabupaten Karimun

Narasumber Kesehatan Masyarakat di TV Karimun / KTV.  : Di Kota Kabupaten Karimun

 

 

 

Salah seorang Putra Samalanga Kabupaten Bireuen, sisilain ia juga pendiri Lembaga Aceh Bersatu ( LEMBATU ) dan penggiat berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten karimun,  sosok yang tenar disapa tengku ini Punya Ide dalam  membangun perubahan Bireuen  yang lebih baik.

 

 

Pendidikan Non Formal yang Berjenjang perlu diterapkan di Kabupaten Bireuen untuk mewujutkan Bireuen sebagai Kota Santri

Melihat dampak yang timbul dari Julukan Bireun sebagai Kota santri seolah biasa saja,seharusnya Program selanjutnya yang dibangun yakni disektor Pendidikan. Ia mengatakan  pendidikan yang diatur dengan baik untuk melahirkan generasi penerus yang baik.

Pendidikan yang dimaksud oleh Teungku Munawar SPdI adalah Pendidikan Non Formal yang standar untuk di Kabupaten Bireuen, sehingga bisa dilaksanakan disetiap desa dengan menggunakan pasilitas desa, sehingga anak-anak ada pembinaan di setiap desa,maka dengan demikian akan hidup suasana kota santri di Kabupaten Bireuen.

Sementara itu ia juga menyebut persoalan kendala dalam penerapan Standarisasi  Pendidikan Nonformal di Bireuen. Ia mengaku telah melihat daerah lain sehingga dapat membandingkan kerumitan untuk penerapan di Kabupaten Bireuen.

 

1. Kendala pertama, adanya orang yang tidak suka bila orang lain lebik baik daripadanya, sehingga bila ada orang yang berbuat baik akan mengusik kenyamanannya. Namun kalau ada yang berbuat tidak baik dia aman-aman aja seolah tidak ada kejadian dan orang tersebut tidak akan mau bila diajak untuk berbuat bersama untuk yang baik, tapi bila dia yang ajak seolah kita akan berdosa besar karna tidak mau mengikuti dia karna dia mengajak untuk kebaikan ( kebaikan yang dimaksud adalah yang dianjurkan dalam Islam ).

2. Kendala kedua, karna banyak aparatur desa tidak paham Administrasi, sehingga untuk membuat laporan kegiatan terkendala, dengan demikian agak sulit untuk mengevaluasi, namun ini bukanlah kendala yang berat, kana mereka dapat dilatih dan di didik untuk bisa tentang hal tersebut ucap Teungku Munawar SPdI.

 

Pada kesempatan ini Teungku Munawar SPdI  berharap agar Pemerintah dan mereka yang dapat mengambil kebijakan di Kabupaten Bireuen, untuk memperhatikan bagaimana supaya Kabupaten Bireuen bisa menjadi selayaknya sebagai kota santri


 

 

 

 

 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update